Workshop Kurikulum sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas dan Mutu Pendidikan di MTs Plus Nururrohmah – PP. “Al-Kamal” Tambaksari

Workshop Kurikulum sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas dan Mutu Pendidikan di MTs Plus Nururrohmah – PP. “Al-Kamal” Tambaksari

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran guru mempunyai posisi sentral didalam melaksanakan kegiatan pembelajaran karena guru menjembatani antara ilmu dan peserta didik, dalam nasehat-nasehat para alim disebutkan bahwa :

المادة مهمة ولكن الطريقة اهم من المادة

“Materi pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting dari pada materi pembelajaran”

الطريقة مهمة ولكن المدرس اهم من الطريقة

“Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting dari pada metode pembelajaran”

Menyadari hal itu, maka pada hari Rabu tanggal 8/7/2019 MTs Plus Nururrohmah – PP. “Al-Kamal” Tambaksari mengadakan Workshop Kurikulum dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di MTs Plus Nururrohmah dengan memberikan pelatihan dan pengetahuan kepada guru sesuai dengan Permendikbud/PMA serta mengaplikasikan dalam proses pembelajaran di dalam kelas, lebih khususnya dalam persiapan pembelajaran yakni berupa penyusunan kurikulum dan perangkat pembelajaran (kaldik, RPP, dll.).

Acara dimulai oleh Ust. Nur Ahmad Zaini, S.Ag. selaku Kepala Madrasah dan sambutan dari Kormin (Koordinator Administrasi) PP. “Al-Kamal” Ust. H. Bambang Soetadji, S.Pd. kemudian dilanjutkan oleh pemateri. Peserta dalam Workshop adalah seluruh dewan guru yang mengajar di MTs Plus Nururrohmah.

Dalam Workshop kali ini dibimbing oleh Drs. H. Edy Haryanto, M.Pd. selaku Pengawas Madrasah di lingkungan Kemenag Kab. Kebumen, dengan bahasa yang ringan dan diiringi candaan Pak Edy menyampaikan materinya sehingga dapat mengundang gelak tawa dan memecah kesunyian serta dapat meningkatkan motivasi peserta workshop dalam menyimak materi yang disampaikan.

Pemateri menjelaskan bahwa mengajar jangan seperti kereta api yang berjalan terus dan meninggalkan penumpang yang telat tetapi mengajar harus menilai peserta didik yang kurang memahami materi karena penilaian dan ulangan adalah suatu hal yang berbeda, penilaian adalah memberikan nilai terkait dengan pemahaman peserta didik dan nilaipun bisa berupa kualitatif atau kuantitatif, artinya penilaian tidak mengharuskan berupa angka, kemudian dari nilai tersebut seorang guru dapat menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan sebagai misal me-remidi peserta didik yang kurang memahami materi pembelajaran.

Selanjutnya, dalam acara workshop tersebut pemateri meneliti RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah disusun oleh masing-masing guru mata pelajaran dan mengkoreksinya sesuai dengan kesalahan atau kekurangan yang ada dalam RPP tersebut.

Teriring doa, semoga kualitas dan mutu pendidikan di PP. “Al-Kamal” dapat meningkat dan menjadi lebih baik demi tercapainya tujuan pendidikan nasional sesuai dengan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 yakni “mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *