SILATURAHMI TERPADU MAJELIS TA’LIM ARUMI NGABAR  PONOROGO dengan MAJELIS TA’LIM NURURROHMAH AL-KAMAL KEBUMEN

SILATURAHMI TERPADU MAJELIS TA’LIM ARUMI NGABAR PONOROGO dengan MAJELIS TA’LIM NURURROHMAH AL-KAMAL KEBUMEN

Acara perdana silaturahmi ini dimana Pondok Pesantren “AL-KAMAL” kedatangan tamu agung jama’ah Majelis Ta’lim Arumi Ngabar Ponorogo terlaksana pada tanggal 11 April yakni seminggu setelah “AL-KAMAL” kedatangan 3 tamu spesial minggu lalu. Ayahanda Dr. Azam Syukurrahmatullah S.HI M.Si M.A mengadakan acara ini dan mengundang penceramah nasional yakni beliau KH. Jabir Huda Almansyur. Pondok Pesantren “AL-KAMAL” adalah sebuah peninggalan KH. Ihsan Ismail, KH. Noer Sa’ad dan KH. Hayat Ihsan. Dengan itu harapan ayahanda Dr. Azam Syukurrahmatullah S.HI M.Si M.A mengadakan acara ini untuk menjalin hubungan silaturami yang baik antara Pondok Pesantren “AL-KAMAL” dengan Pondok Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo.

Dari puluhan jama’ah Majelis Ta’lim Arumi ada salah seorang perwakilan yang berkata bahwa Majelis Ta’lim Arumi ini telah berdiri sedari zaman KH. Ahmad Tayib dan KH. Ibrahim Tayib. Dan suatu ketika KH. Ibrahim Tayib berkata kepada KH. Hayat Ihsan “Yat, koe lek neng Gombong ora manfaat mulio!!” dan seiring berjalannya waktu ketika Pondok Pesantren “AL-KAMAL” meranjak pelan-pelan untuk didirikan saat itupun KH. Ibrahim Tayib meninggalkan kita semua.

Acara inti pun terlaksana yakni ceramah yang disampaikan dengan dimainkannya Wayang Republik yang diberi tema “SILATURAHMI dan MARHABAN YA RAMADHAN”. Wayang Suripalo yang menjadi wayang pertama yang dimainkan dan berkata “Saya ikut berbahagia sekalipun KH. Hayat Ihsan dan Ibu H. Siti Afifah telah pergi meninggalkan kami dan digantikan dengan Dr. Azam Syukurrahmatullah S.HI M.Si M.A yang menggembleng santriwan santriwati Pondok Pesantren “AL-KAMAL” untuk menjadi pelopor perubahan Kebumen menjadi lebih baik.

Tak ada artinya amal tanpa keikhlasan. Janganlah menjadi orang yang takabur, yang terpenting perbanyak kerabat untuk bisa selalu menjalin silaturahmi. Dijaman modern ini remaja merajalela untuk menjalin hubungan pacaran. Awale numpang mangan, jebule jadian. KH. Jabir Huda Almansyur pernah mendengar dari guru beliau pada saat itu 15 Sya’ban “Gusti Allah menandatangani data yang diserahkan kepada malaikat Izroil bahwa tahun besok orang itulah yang ditetapkan meninggal dunia”.

Kematian tidak ada yang tau. Dan umur adalah hal yang misterius. Maka dari itu hanya bisa tunggu gilirannya. 3 hal yang seharusnya diharapkan.

  1. Amal Jariah
  2. Keikhlasan
  3. Doa anak soleh

Pangkat derajat hanyalah pelengkap, nyawa adalah titipan karena suatu saat pangkat tertinggi yakni Almarhum dan Almarhumah. Maka harapkanlah 3 hal itu karena barang siapa yang menanti Ramadhan maka jasadnya diharamkan dineraka. Akhir-akhir ini banyak orang yang meninggal. Orang yang baik tetapi meninggal dengan keadaan yang tidak baik itu adalah hal yang sangat tidak wajar. Bahkan ada anak yang berani membunuh kedua orang tuanya sendiri karena tidak adanya rasa kesabaran.

Gusti Allah mengatakan bahwa banyak orang pinter tetapi banyak omong. Maka dari itu kita sebagai umat Rasulullah SAW harus memiliki 3 prinsip yakni, JAMU (jaga mulut), JATI (jaga hati) dan KENDI (kendalikan diri). Menurut Imam Ghozali puasa itu ada 3 yaitu Puasa ‘Am, Puasa Khusus, Puasa Khususil Khusus. Tapi secara jawa ada 7 tingkatan puasa antara lainnya,

  1. Puasa Jasmani
  2. Puasa Akal Budi
  3. Puasa Hawa Nafsu
  4. Puasa Roso Sejati
  5. Puasa Sukmo
  6. Puasa Cahyo
  7. Puasa Urip

Dan adapun 2 syarat agar kita meninggal dengan keadaan khusnul khotimah yakni sabar dan tidak sombong. Allah berfirman yang artinya “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu untuk berpuasa dan diwajibkan terhadap umat sebelum kamu untuk bertaqwa kepada Allah”. Adapun 5 unsur kehidupan yang KH. Jabir Huda Almansyur sampaikan

  1. Gedung
  2. Lumbung
  3. Sengkula
  4. Topo
  5. Roharjo

Oleh karena itu jalinlah silaturahmi dengan baik dan marilah sama-sama kita sambut Bulan Suci Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan rasa bersyukur yang besar. (zahra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *