UJI KOMPETENSI KEJURUAN AUTO MOBILE SMK PLUS NURURROHMAH
PONDOK PESANTNTREN “AL-KAMAL”

SMK Plus Nururrohmah Kuwarasasan pada hari ini Senin, 22 April 2019 sedang mengadakan Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) untuk para siswanya yang saat ini berada di kelas XII Teknik Kendaraan RIngan dan Bisnis Manajemen Pemasaran. Ujian yang rencananya dilangksanakah selama 8 hari yaitu sejak tanggal 22-30 April untuk Teknik Kendaraan Ringan dan tanggal 23-25 April 2019 untuk kompetensi Pemasaran ini diikuti oleh sebanyak   101 siswa.

Moh. Ari Aji, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMK Plus Nururrohmah mengatakan jika selain untuk dasar kelulusan siswa, ujian ini juga digunakan untuk menunjang keterampilan siswa sebagai bekal saat sudah lulus apalagi yang bekerja di Industri, apalagi saat ini perekrutan tenaga kerja sudah dilakukan sebelum siswa lulus sekolah seperti halnya untuk tahun ini sudah ada 3 siswa yang masuk disalah satu perusahan yaitu di Daihatsu astra.

Kompetensi Teknik Kendaraan Ringan melaksanakan Ujian sebanyak 4 pekerjaan yaitu Electric fuel injection Tune up engine, transmission maintenance, body electrical and charging, and overhaul petroleum engine, ini merupakan kesepakatan para guru produktif yang disesuaikan oleh kemampuan sekolah utnuk mengambil paket ujian yang sekiranya bias dilaksanakan oleh sekolah tersebut, ujar kepala program kejuruan TKR Catur Yulistyono, ST.

Untuk perbaikan body electrical and charing diberi waktu 90 menit. Mencari trouble pada mesin mobil injeksi dan memperbaiki (EFI) 90 menit. Perbaikan AC 60 menit. Serta overhaul 240 menit. Mobil injeksi yang harus diperbaiki sendiri ada beberapa tipe, yakni mobil xenia dan Avanza.

“Khusus yang overhaul mungkin butuh waktu yang lama. karena selain membongkar mengukur dan memeriksa engine, nanti mereka bongkar, kemudian dipasang lagi,” ungkap Fahar.  Jika siswa tersebut gagal maka akan menambah waktu pelaksanaan ujian, karena harus terpasang dan berfungsi seperti semula.

            Rizki Johan, seorang siswa yang baru selesai mengikuti ujian EFI mengatakan jika menurutnya yang paling sulit adalah overhaul. Karena selain waktu, juga butuh ketelitian yang super. Siswa SMK pada kompetensi keahlian teknik kendaraan ringan melaksanakan Ujian Praktek Kejuruan di SMK Plus Nururrohmah, Senin (22/4/2019). Ujian praktek yang meliputi penilaian bagian transmisi, mesin dan mernagkai kelistrikan tersebut sebagai salah satu syarat kelulusan bagi sisawa SMK selain Ujian Nasional.

“Kalau  EFI tadi kita tinggal lihat trouble dari scantool mobil, nanti ketahuan rusaknya dimana. Overhaul kita belajar kurang lebih 2 bulan, “Menurut Rizki, ketika mengikuti ujian EFI pertama yang harus dihadapi adalah menghafalkan posisi mesin, sesuai dengan scantool. “Kalau sudah hafal tempatnya mudah saat ujian. Yang susah menghafalkannya,” ungkap Dito.