Pembelajaran Kontekstual, Santri MA Plus Nururrohmah Belajar Tentang Ilmu Pernikahan dan Cara Penyelenggaraannya

Pembelajaran Kontekstual, Santri MA Plus Nururrohmah Belajar Tentang Ilmu Pernikahan dan Cara Penyelenggaraannya

Pembelajaran mata pelajaran Fiqih di tingkat Madrasah Aliyah pada kelas XI menyajikan materi yang bersifat praktis, diantaranya adalah dalam ilmu munakahat atau ilmu tentang tata cara penyelenggaraan pernikahan menurut agama Islam. nikah adalah ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama: hidup sebagai suami istri tanpa — merupakan pelanggaran terhadap agama.

Bicara tentang pernikahan, tentu tidak bisa dipisahkan dengan acara ijab, qabul, juga resepsi. Acara ini selalu dipersiapkan matang karena menjadi acara inti dan dikunjungi sanak family serta banyak tamu. Berbagai konsep kreatif dalam perayaan pernikahan biasa dilakukan agar acara tersebut berjalan sukses dan lancar.

Dramatisasi materi ini dilakukan dalam rangka memberikan pemahaman secara mendalam kepada santri MA Plus Nururrohmah agar antara teori dan pengalaman praktis dikuasai. Selain itu, dramatisasi ini juga untuk melatih kemampuan para santri di dalam meng-organisasi suatu acara sehingga diharapkan mereka mempunyai pengalaman bagaimana mengkonsep acara, mengkoordinasikan, dan mengevaluasi.

Acara dramatisasi pernikahan ini bukan untuk main-main tetapi sebagai media pembelajaran, acara berlangsung dengan meriah dan suka cita karena semua disajikan dalam bentuk drama (bermain peran), artinya bukan pada hal sebenarnya seperti mempelai disebutkan menggunakan nama samaran begitu juga wali dan juga mahar yang dibuat sebagai replika. Maka, dalam acara ini akad yang dilakukan menjadi auto-batal karena tidak memenuhi unsur-unsur yang sebenarnya.

Adat betawi menjadi pilihan panitia dalam merangkai prosesi demi prosesi. Lebih menariknya lagi, kegiatan dramatisasi pernikahan ini diberikan sentuhan seni mulai dari pengiring mempelai disambut dengan grup music Angklung kemudian ada juga seni tari betawi yang merupakan kreasi santri dengan kostum yang menawan serta gerak tari yang lincah menambah kemeriahan acara tersebut. Desain tempat juga tak kalah menakjubkan dengan pernak pernik yang indah memanjakan mata, semuanya dikerjakan dan dikoordinasikan oleh santri selaku panitia kegiatan.

Apresiasi banyak diberikan oleh sejumlah tokoh-tokoh Pondok atas kesuksesan penyelenggaraan acara pembelajaran munakahat ini diantaranya dari Pimpinan pondok, Koordinator administrasi, Komite madrasah, juga dari Kepala madrasah dan dari dewan guru di lingkungan PP. “Al-Kamal”.

Di akhir acara, kegiatan ditutup dengan menyantap hidangan yang telah disiapkan oleh panitia baik dewan guru maupun seluruh santri MA Plus Nururrohmah semua larut dalam keceriaan pada hari itu, bukan hanya keceriaan tanpa nilai tetapi keceriaan yang penuh dengan ilmu dan tetep menjaga adab dan norma yang berlaku. (Mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *