MENGENALKAN RUKUN ISLAM YANG KELIMA, PP. “AL-KAMAL” MENGADAKAN KEGIATAN PRAKTEK MANASIK HAJI

MENGENALKAN RUKUN ISLAM YANG KELIMA, PP. “AL-KAMAL” MENGADAKAN KEGIATAN PRAKTEK MANASIK HAJI

Untuk kesekian kali tepatnya pada hari Kamis, 8/8/2019 atau bertepatan pada 7 Dzulhijjah 1441 H., PP. “Al-Kamal” mengadakan Praktek Manasik Haji untuk seluruh jenjang pendidikan yang ada di bawah naungannya baik Diniyyah, MTs, MA, dan SMK Plus Nururrohmah. Acara tersebut berlangsung dibawah koordinasi Madrasah Diniyyah dan dilaksanakan oleh OPPK (Organisasi Pelajar PP. “Al-Kamal”) dengan kepanitian yang diketuai oleh M. Ihsanudin dan Muffi Taufah.

Ihsanudin menyampaikan dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini diikuti 81 peserta dengan perincian peserta laki-laki berjumlah 30 dan peserta perempuan berjumlah 51,  semua peserta dari santri berasrama yang terdiri dari santri MTs Plus Nururrohmah sebanyak 56 peserta, santri MA Plus Nururrohmah sebanyak 19 Peserta, dan santri SMK Plus Nururrohmah sebanyak 4 peserta.

Kegiatan ini dimulai pada pukul 09.00 sampai dengan pukul 11.30 WIB. bertindak sebagai Musyrif dalam acara tersebut ialah Ust. H. Bambang Soetadji, S.Pd., beliau menjelaskan bahwa dalam praktek manasik haji tahun ini menggunakan haji tamattu’, artinya menjalankan praktek umrah dan dilanjutkan dengan praktek haji. Berbagai prosesi praktek haji dilaksanakan dengan sebaik-baiknya mulai dari memakai pakaian Ihram, thowaf, sa’I, wukuf, melempar jumrah baik ula, wustho, dan aqabah, serta banyak prosesi lainnya.

Pelafalan do’a-do’a dalam setiap prosesi manasik sangat ditekankan, oleh karena itu, setiap peserta manasik dibekali dengan buku do’a-do’a manasik dengan harapan setiap peserta manasik mampu melafalkan do’a-do’a tersebut dengan baik dan benar. Selain itu, properti yang digunakan juga dibuat sebaik mungkin sehingga tercipta suasana yang mendekati dengan yang sebenarnya.

Arifa Diyah Pitaloka, salah satu santri peserta manasik yang berasal dari Kab. Teluk Bintuni Provinsi Papua Barat mengungkapkan rasa suka dan duka dalam mengikuti kegiatan manasik untuk pertama kalinya, ia menyampaikan rasa lelah dan panas dimulai dari latihan beberapa hari sebelumnya sampai tiba waktu pelaksanaan, namun rasa lelah dan panas tersebut terbayar dengan suksesnya penyelenggaraan manasik tahun ini, setelah mengikuti latihan manasik besar harapannya untuk dapat melaksanakan ibadah haji yang sebenarnya, begitu Arifa mengakhiri pembicaraannya. (mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *