ADA HAL YANG BERBEDA DI WORKSHOP KURIKULUM KALI INI

ADA HAL YANG BERBEDA DI WORKSHOP KURIKULUM KALI INI

Untuk menyambut tahun ajaran baru dan sebagai upaya penyesuaian pembelajaran saat pandemi Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh penjuru dunia tak terkecuali Indonesia negeri yang sangat kita cintai, wabah Covid-19 di Indonesia terdeteksi pertama kali pada bulan Maret 2020 sehingga pada saat itu pemerintah menerapkan program PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan oleh karena itu semua lembaga pendidikan untuk melakukan pembelajaran jarak jauh bahkan PAS (Penilaian Akhir Semester) dan pengumuman kelulusan bagi kelas akhir pun dilakukan secara daring, yang pasti segala aktifitas terkait dengan pengumpulan orang banyak dilarang dilarang oleh pemerintah mulai dari pendidikan usia dini sampai dengan pendidikan tinggi, keputusan tersebut berlaku sampai dengan habis masa tahun pelajaran 2019-2020.

Kemudian setelah habis masa tahun pelajaran 2019-2020 ternyata pandemic virus Corona belum menunjukkan penurunan sehingga pemerintah menerapkan kebijakan baru yakni “New Normal”, hal inilah yang melatarbelakangi MTs Plus Nururrohmah yang dikepalai oleh Ust. Nur Ahmad Zaini, S.Ag. yaitu salah satu lembaga pendidikan dibawah naungan Pondok Pesantren “Al-Kamal” menyelenggarakan workshop kurikulum selama dua hari yakni pada tanggal 8-9 Juli 2020 sebagai upaya untuk menyelenggarakan pembelajaran sesuai dengan prosedur dan protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Penetapan kurikulum adalah salah satu point penting terlaksananya proses pembelajaran, karena semua program pembelajaran termaktub di dalamnya, sehingga tema utama pada workshop kali ini adalah tentang penetapan kurikulum baik kurikulum normal maupun kurikulum darurat yang diberlakukan saat masa pandemic. Ada yang berbeda pada Workshop Kurikulum kali ini, pada tahun sebelumnya workshop hanya dihadiri oleh internal guru yang mengajar di MTs Plus Nururrohmah namun saat ini workshop juga diikuti kepala dan guru dari MTs Al-Muttaqin (Rowokele) dan MTs Nurul Yaqin (Pondokgebangsari), ketiga Madrasah tersebut kompak secara bersama-sama menyelenggarakan workshop kurikulum yang bertempat di MTs Plus Nururrohmah.

Acara dinahkodai oleh Ustd. Siti Fatimah, M.Pd.I yang membacakan susunan acara kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan dan ucapan selamat datang disampaikan Ust. H. Bambang Soetadji, S.Pd. (Koordinator administrasi PP. “A-Kamal”) kepada kepala dan guru baik dari MTs Al-Muttaqin dan MTs Nurul Yaqin. Acara selanjutnya adalah sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh Ust. Dr. Azam Syukur Rahmatullah, SHI., MSI., MA. Selaku Pimpinan PP. “Al-Kamal”, pada kesempatan kali ini beliau memotivasi seluruh guru yang hadir dalam workshop, ada tiga motivasi utama yang beliau sampaikan dengan penjabaran dan teknik penyampaian yang sangat memikat yakni berbanggalah menjadi seorang guru, banyak bersyukur kepada Allah, dan menjadi guru yang pembelajar. Adapun kreteria guru pembelajar adalah mau belajar hal baru atau mengupgrade ilmu, aktif membaca, dan rasa ingin tau tinggi. Sambutan kedua disampaikan oleh Ibu Dra. Hj. Wuryani, M.Pd. selaku pengawas madrasah dan pemateri pada workshop kali ini.

Bu Wur sapaan akrab yang biasa kami sampaikan kepada beliau adalah sosok pengawas madrasah yang ulet dan telaten serta selalu up to date terhadap hal-hal baru terkait dengan pembelajaran, banyak sekali ilmu yang beliau sampaikan pada workshop kali ini diantaranya  materi yang cukup menguras daya konsentrasi tinggi yaitu struktur kurikulum, penyusunan Kalender Pendidikan, pembuatan RPP Darurat, penentuan KKM (Kreteria Ketuntasan Minimal) serta informasi-informasi terbaru. Disela-sela penyampaian materi yang padat dan penuh konsentrasi, Bu Wur pun memberikan ice breaking dengan kuis-kuis yang sangat merefresh peserta workshop.

Pada hari kedua, workshop dilaksanakan di Pantai Jetis, pantai yang berada di sebelah barat pantai Ayah yang hanya dipisahkan oleh sungai merupakan pantai yang sangat exotic karena selain terdapatnya pantai yang indah juga sebagai tempat bersandarnya banyak perahu nelayan selain itu juga terdapat pasar ikan. Acara workshop beragendakan penyusunan kurikulum KTSP. Pemilihan tempat di Pantai Jetis bukanlah kebetulan dan tanpa alasan karena padatnya agenda yang sangat menguras tenaga dan fikiran maka perlu kiranya bagi peserta untuk merefresh tenaga dan fikirannya agar tetap semangat dalam menjalankan tugas-tugasnya, hal inilah salah satu alasan mengapa hari kedua dilaksanakan di Pantai Jetis. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *